Sebegitukah sakitnya sampai harus memutuskan pergi? Aku ingin percaya dalam keterbatasan ini masih ada harapan. Untuk kita.
Sudah beribu cara aku lakukan agar semakin dekat denganmu. Kamu yang pertama membuatku memeras otak dalam hal yang berkaitan dengan hati. kamu yang pertama membuatku memainkan sebuah strategi pemaksaan harapan.
Bohong bila aku tak merasa lelah. Dan bohong bila aku tidak merasakan apaun dalam perjalanan ini. Dan sangat munafik jika saat ini kata Cinta tak harus saling memiliki harus terucap. Basi.Itu hanya perkataan orang yang akhirnya menyerah akan sakitnya.
Aku sadar, percuma juga memaksa. Toh hidupmu sudah berjalan walaupun tanpa aku. Tapi aku tidak semudah itu pergi. Tidak semudah itu menyerah. Tapi kenapa hari ini aku tidak mau lagi hadir di harimu seperti yang biasa aku lakukan? Apa kau merasa kehilangan?
Kata orang akhiri sebelum waktu itu terbuang. Percuma mananti untuk sesuatu yang kau tahu pasti tak terjadi. Apa salah jika aku masih mau percaya? Karena akhirnya aku menemukan sesuatu yang begitu bersih dalam lembah yang begitu hitam? Apa kamu mau percaya jika kukatakan kamu yang membuatku bertahan sampai saat ini..
Setelah sekian lama kamu menjadi angin, cahaya, dan anugerah untukku.. apa tidak boleh sekali saja.. ijinkan aku menjadi berkat bagimu…
November 11, 2008 at 1:24 pm |
hmm.. membaca tulisanmu terkadang seperti membaca diary sendiri.. banyak kisah yang tak mampu aku tuliskan, kau tuliskan dengan sempurna..
terima kasih untuk ketidaksengajaan ini.. hahaha.. aku menikmati blogmu.
salam kenal
November 28, 2008 at 4:26 pm |
hmm juga.. makasih buat commentnya.. boleh juga dunk berkunjung ke blog mu.. mungkin bisa sama berbagi