2 hari kemarin aku diberi kesempatan mengunjungi Surabaya untuk Dinas Luar Kota. Sayangnya, aku lupa membawa kamera. Rasanya ada yang hilang. Karena dengan begitu keleluasaan menjadi narsis jadi terbatas.hehehe.. ditambah lagi, kapan lagi ke Surabaya sama temen2? kalo ga bisa foto, berarti cuma bisa dikenang di ingatan aja kan?
Dipikir-pikir, manusia, suka sekali akan kenangan. Mantan pacarku dulu, menyimpan semua surat-surat dan foto mantan-mantannya. Entah untuk apa. Banyak juga yang senang ber foto untuk kenang-kenangan. Malahan, waktu syuting kemarin, aku di datangi bapak-bapak yang nekat meminta kaos sponsor dengan alasan “untuk kenang-kenangan” walah…
Memang,, kenangan bisa memberikan senyum jika indah. Namun bisa juga menimbulkan kembali luka yang pernah tergores sakit. Tapi mengenang juga bisa dilakukan untuk membunuh waktu jika sedang menunggu, atau bisa membantu menghabiskan bosan.
Kesukaan manusia untuk mengenang juga terlihat di masyarakat kita. Tak heran jika sampai sekarang banyak yang masih mengagung-agungkan masa kepemimpinan mantan Presiden Soekarno. Bahkan masih banyak juga yang menyesali kejatuhan mantan Presiden Soeharto. Misalnya, sering sekali aku mendengar orang-orang menggerutu “ah, reformasi malah ga lebih baik. Waktu pak harto dulu harga-harga malah murah.” Apakah jika sesuatu atau seseorang telah menjadi masa lalu, walaupun dulunya tidak baik, akan menjadi baik untuk diingat? misalnya.. ada seorang teman yang pernah curhat “cowo gue sekarang baik sih, tapi ga romantis. Mending mantan gue.. walaupun playboy, tapi romantis abies” Apa dia lupa, dulu pernah nangis-nangis gara-gara diselingkuhi mantannya itu?
Yaaah, apapun yang menjadi kenangan memang menyenangkan jika diingat baiknya saja. Tapi apakah menimbulkan keinginan untuk merubah keadaan sekarang menjadi lebih baik? mereka yang masih mengenang pak Karno, apakah berusaha menjadikan keadaan negara kita sebaik masa kepemimpilan OrLa? atau sebaik masa kepemimpinan OrBa dulu? dimana kejahatan bisa ditekan? apakah SBY bisa mengambil hal-hal positif di masa OrLa atau OrBa?
Atau.. apakan saya bisa menjadi manusia yang lebih baik dengan mempelajari paerjalanan hidup saya dari setiap lembar foto yang terpajang di kamar saya? Atau apakah kenangan itu hanya untuk dikenang, diingat, kemudian di lupakan dan kemudian dimunculkan lagi untuk membunuh waktu senggang?
June 10, 2008 at 8:01 am |
dear vero,…
kenangan sebenarnya meminta kita untuk berdamai dengan kenyataan. kenyataan dalam setiap langkah yang kita lalui dalam kehidupan.
bukankah, sejatinya kehidupan selalu berada di antara ektrimitas-ekstrimitas.
hal yang baru akan kita sadari, saat kita terkenang, mengenang atau dikenangkan oleh kenangan-kenangan pun kenang-kenangan.